السلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Sabtu, 10 Desember 2011

SHORT STORY PART 1


THE GHOST AT THE TRIAL
By: Charles Dickens
1.       Picadilly


My name is George Fotherly. I have an important job in a famous bank in London. I work in London and I live in London too. I live in a large apartment on the third floor of a large building. The building is in a famous street. The street is called Picadilly.
There are seven rooms in my apartment. Three of them are the front of the building – my sitting-room, my bedroom and my dressing-room. My clothes are in my dressing-room. I can look down into Picadilly through the windows of these three rooms.
The other four rooms are at the back of the building – the dining-room, the kitchen, the bathroom and the servant’s bedroom.
There is a narrow corridor between the rooms at the front of the apartment and the rooms at the back. 

Soon, I will tell you my story. But first, I must tell you about myself.
I am a lonely man. I am not married. My servant, John Derrick, and his wife live with me. They take care of me. I do not know many people. But I see many people. Often, I look out of the window of my sitting-room. There are always people in the street outside my apartment. Picadilly is a busy street. I often look down at the people in Picadilly.

One Tuesday morning, last year, I was in my sitting-room. It was sunny morning in early September. I was reading a newspaper. On the front page, there was some news about a horrible murder.



For ten minutes, I sat and I read about the murder. Then a very strange thing happened. I looked up. For a minute , I was in the different room. Where was I? I was not in my sitting-room. I was in a small dark room in an old house. I was in the victim’s bedroom! The murdered man was not there. But I saw his bed. And I saw the blood on his bed! I saw a knife on the bed! I closed my eyes. I was breathing fast. Then I opened  my eyes and I was in my sitting-room again.


‘What is happening to me?’ I asked myself. Quickly, I got up from my chair and I went to the window. I looked down in the street.
Picadilly was very busy that morning. Many people were walking in the street. Some People were talking to each other. Some people were looking into the shop windows. Three men came along the street together. They saw a friend on the other side of the street. The men did not stop walking, but they shouted ‘Good morning!’ to each other. Soon, they had gone.
Then suddenly, another strange thing happened. I saw two men walking very quickly along Picadilly. The first man was about one hundred feet in front of the other man.
I watched the two men for half a minute. They were always one hundred feet apart. The two men did not stop. They did not look at the shops. They did not look at the other people in the street.
‘The second man is following the first man,’ I said to myself, ‘Why is he doing that?’


The first man’s face was unhappy. Once, he looked behind him. He looked back at the second man walked faster too.
‘The first man is very frightened,’ I thought. ‘Why is he frightened?’
The second man’s face was pale. He stared ahead of him – looked straight in front of him.
‘Is the second man was walking in his sleep?’ I asked myself. ‘No! He isn’t asleep. It’s late in the morning!’
The two men were not looking at the other people in the street. They were walking straight ahead, very quickly. But they never touched the other people. And the other people in the street were not looking at the two men. Could do other people see these two strange men?
Soon, the first man was opposite my window. He looked up and he stared straight at me. His face was terrible! He stopped walking for a second. Then he walked on quickly.
‘Yes, that man is very frightened,’ I said to myself. ‘I will give him a name. He is the Frightened Man!’
A few moments later, the second man was opposite my window. He looked up at me too.
The man stopped walking for a few seconds. He stood still and he looked at me.
‘This man’s face is very pale,’ I said to myself. ‘It is the face of a dead man!


‘The first man was the Frightened Man,’ I thought. ‘This is the Pale Man. The Pale Man is saying, “Remember me! Help me!”’
Why did I think that? I do not know.
Then, the Pale Man started walking again. Soon, the two men had passed my window. They did not come back.
A moment later, John Derrick came into the room.
‘Your lunch is in the dining-room, sir,’ he said.
____

          Three days later, some policeman arrested a man. They arrested him for murder. They took the man to a police station. They accused him the murder of the man in West London. The accused man was a friend of the victim. I read about this in the newspaper.
          Soon, I forgot about the murder. But I did not forget those two men in the street. I did not forget their strange faces. I did not forget the unhappy face of the Frightened Man. And I did not forget the staring eyes of the pale Man.
Two months later, I saw both those man Again

To be continued,,,

Rabu, 30 November 2011

Do you know when you will be BRAVE ???
That is when you kill the fear

And,,,
When will you be a SUCCESFUL person ???
That is when you are BRAVE

Let's go try it!
Defeat yourself and be as a fascinating personal

Islam itu Indah



بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

           Judul tulisan ini mungkin sudah terlalu sering kita dengar, tapi kemungkinan besar sedikit sekali di antara kita (termasuk penulis sendiri) yang benar-benar telah merasakan hakikatnya. Seandainya kita mau jujur pada diri kita sendiri, sampai saat ini sudah berapa lama kita menjadi seorang muslim? sudah berapa banyak amal ibadah yang kita kerjakan? akan tetapi pernahkah kita merasakan kenikmatan dan kemanisan yang hakiki sewaktu kita melaksanakan ibadah tersebut?


          Maka kalau hakikat ini belum kita rasakan, berarti ada sesuatu yang kurang dalam iman kita, ada sesuatu yang perlu dikoreksi dalam keislaman kita. Karena manisnya iman dan indahnya Islam itu bukan sekedar teori belaka, tapi benar-benar merupakan kenyataan hakiki yang dirasakan oleh orang yang memiliki keimanan dan ketaatan yang kuat kepada Allah ?, yang wujudnya berupa kebahagian dan ketenangan hidup di dunia, serta perasaan gembira dan senang ketika beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah ?.


          Dan ini merupakan balasan kebaikan yang Allah ? segerakan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan taat kepada-Nya di dunia, sebelum nantinya di akhirat mereka akan mendapatkan balasan yang lebih baik dan sempurna. Hal ini Allah ? sebutkan dalam banyak ayat Al Qur-an, diantaranya: ayat pertama:


(مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ)
     “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (di dunia), dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka (di akhirat) dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan ” (QS. ِِan Nahl:97).


Ayat kedua:  
(وَالَّذِينَ هَاجَرُوا فِي اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مَا ظُلِمُوا لَنُبَوِّئَنَّهُمْ فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَلَأَجْرُ الْآخِرَةِ أَكْبَرُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ، الَّذِينَ صَبَرُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ)
      "Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan berikan kepada mereka (balasan) kebaikan di dunia.Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui. (yaitu) orang-orang yang sabar dan hanya kepada Rabb saja mereka bertawakkal" (QS. An Nahl:41-42).


Ayat ketiga:
(وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعاً حَسَناً إِلَى أَجَلٍ مُسَمّىً وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ)
     "Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabbmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu (di dunia) sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya (di akhirat nanti)" (QS. Huud:3).


Ayat keempat:
(قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ)
     "Katakanlah:"Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertaqwalah kepada Rabbmu".Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan.Dan bumi Allah itu adalah luas.Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahala bagi mereka dengan tanpa batas (di akhirat)" (QS. Az Zumar:10).


     Dalam mengomentari keempat ayat di atas, Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyyah – semoga Allah ? merahmatinya – berkata: "Dalam keempat ayat ini Allah ? menyebutkan bahwa Dia akan memberikan balasan kebaikan bagi orang yang berbuat kebaikan dengan dua balasan: balasan (kebaikan) di dunia dan balasan (kebaikan) di akhirat .”


     Kemudian kalau kita mengamati dengan seksama ayat-ayat Al Qur-an dan hadits-hadits Rasulullah ? yang mensifati dan menggambarkan ajaran agama islam ini, kita akan dapati bukti yang menunjukkan bahwa agama islam ini Allah ? turunkan kepada manusia sebagai sumber kebahagian hidup yang hakiki dan ketenangan lahir dan batin bagi orang-orang yang memahami dan mengamalkannya dengan baik dan benar.
Di antara ayat2 Al Qur-an tersebut adalah firman Allah ?:


(وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَاناً لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدىً وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ)
"Dan Kami turunkan kepadamu kitab ini (Al-Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri" (QS. An Nahl:89).


Juga firman Allah ?:
(يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدىً وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ)
"Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu (dalam Al Qur-an) pelajaran dari Rabbmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman" (QS. Yunus:57).


     Dalam ayat lain Allah ? menegaskan bahwa Dia ? tidaklah menjadikan agama islam ini sebagai beban yang memberatkan dan menyulitkan manusia, Allah ? berfirman:


(يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ)
"Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesulitan bagimu" (Al Baqarah:185).


(مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ)
"Allah tidak menghendaki untuk menjadikan kesempitan bagi kamu" (Al Maaidah:6).


(وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ)
"Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan bagi kamu dalam agama ini suatu kesempitan" (Al Hajj:78).


Dan masih banyak ayat-ayat lain yang semakna dengan ayat-ayat di atas.

http://www.serambimadinah.com/index.php?option=com_content&view=article&id=66:indahnya-islam-manisnya-iman&catid=59:managemen-qolbu&Itemid=54

Islamic Hijri Calendar Widget - Sticky Note - Alhabib Islamic Web Service and Accessories

Islamic Hijri Calendar Widget - Sticky Note - Alhabib Islamic Web Service and Accessories

Selasa, 29 November 2011

20 Wasiat untuk Al-Muslimah


  1. Ikhlaslah karena Allah tatkala sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.
  2. Hindarilah syirik dalam aqidah dan ibadah, karena ia akan menjatuhkan setiap perbuatanmu.
  3. Hendaklah engkau mendalami hukum-hukum agamamu.
  4. Taatlah kepada suamimu kalau memang engkau bersuami, dan janganlah engkau menolak apapun yang dia minta.
  5. Berbaktilah kepada kedua orang tuamu dan janganlah menyakiti keduanya.
  6. Jadilah engkau pesaing dalam kebaikan dan bersegeralah menjauhi keburukan, perbanyaklah dzikir dan shadaqah.
  7. Berbuat baiklah kepada tetanggamu, baik dalam perkataan maupun perbuatan.
  8. Jadilah orang yang selalu melaksanakan shalat tepat pada waktunya dan melaksanakan shalat sunat semampumu.
  9. Jadilah Al-Muslimah yang mulia, jauhilah sifat kikir, karena Allah mencintai orang yang mulia dan pemurah hati.
  10. Bacalah selalu Alquran dan jadikanlah ia sebagai tempat kembali bagi dirimu.
  11. Jagalah hatimu dari berbagai macam syahwat dan syubhat.
  12. Perhatikanlah anak-anakmu dengan menanamkan kebiasaan dalam diri mereka untuk bersifat jujur, baik dalam perkataan maupun perbuatan, mengajari mereka adab dan akhlaq yang baik.
  13. Jauhilah ghibah dan mengadu domba serta menjelek-jelekan kehormatan orang lain.
  14. Janganlah engkau mencela orang lain dan berbaik sangkalah terhadap Al-Muslimah selain dirimu.
  15. Jadilah Al-Muslimah yang zuhud di dunia, dan menyenangi kehidupan akhirat.
  16. Janganlah menjadi Al-Muslimah yang suka mengeluh dan marah-marah tatkala mendapat cobaan. Jadilah Al-Muslimah yang sabar dan pasrah serta mencari pahala dari Allah.
  17. Jadilah Al-Muslimah yang dapat dipercaya dan memegang amanat.
  18. Pandanglah orang yang lebih miskin dari dirimu agar engkau tidak menganggap sedikit nikmat Allah yang dikaruniakan kepadamu.
  19. Bersiap-siaplah menghadapi mati, sebelum ia benar-benar mendatangimu, dan mohonlah ampunan serta rahmat Allah.
  20. Senangkanlah wanita-wanita Al-Muslimah dengan sesuatu yang kamu senangi pula dan buatlah mereka membenci sesuatu yang juga engkau benci.

Minggu, 27 November 2011

Nasehat


  1. Jangan pernah ragu untuk berhijrah kepada kebenaran dan berjilbab sesuai syari’at.
  2. Beribadahlah kepada Allah semata, sebagaimana yang telah disyari’atkan-Nya
  3. Hati-hatilah kepada racun dunia yang melenakan dan menyesatkan
  4. Senantiasalah memperbaiki amal ibadahmu, karena dengannya keteguhan dalam berjilbab akan semakin kuat
  5. Senantiasalah tampil keren dengan jilbab syar’imu, sehingga menumbuhkan kecemburuan orang lain untuk menirumu
  6. Tegakkan amar ma’ruf nahi munkar
  7. Tepis pandangan remeh orang yang anti jilbab dengan kelebihan potensi dan prestasimu
  8. Perbanyaklah dzikir dan sedekah, karena ini akan semakin membuka pintu-pintu kemudahan dalam menyempurnakan keislamanmu
  9. Memohonlah kepada Allah agar diberi keistiqomahan hati untuk tetap berjilbab sesuai dengan syari’at-Nya
  10. Jadikanlah Khodijah sebagai teladan dan panutanmu dalam hal pengorbanan jiwa dan harta, serta jadikanlah A’isyah sebagai teladan dan panutanmu dalam hal pemahaman terhadap agama, serta contohilah keluargaYasir dalam hal kesabaran berpegang teguh pada agama Allah
(Ummu Abdillah Azzam dalam Jilbab Itu Keren)
http://hikmahciee.blogspot.com/

Rabu, 23 November 2011

This is just for you, UKHTI !!!

I have found this video from my friend. And I think the topic is really good for all of girls. Because it remain us about something.......

Rabu, 16 November 2011

Bukittinggi



BUKITTINGGI THE TOURISM CITY

      
       Most of people try to find the best way to enjoy the holiday, right??  They will spend holiday with shopping, playing, doing anything in the house, hang out with their  friends, or travelling to wonderful places. And now, I will propose to you in order to enjoy the holiday with visiting in Bukittinggi City, My Wonderful Land.
      In Bukittinggi, you can do some activities to feel how exciting The Bukittinggi City is.

1.Visiting the exciting places
Bukittinggi has some historical places, they are:

a.  Jam Gadang
   Jam Gadang is a big clock tower. The unique thing that you'll find in Jam Gadang is the number on the clock. So, just visit Bukittinggi... And you will know it...



b.  Lubang Japang
  It was a hole that built in 1942 by the Japanese but the use of indigenous energy to defense fort during World War 2 and the Greater East Asia War. In the hole, there are many tunnels which used as prisoner room, amunition room, logistic room, secret room for keeping the  worth thing and slaughter room.




c.   Ngarai Sianok 
   Ngarai Sianok is a beautiful canyon / valley, green and lush. A river is layed along the base of this canyon. If you stood on the canyon, you can feel the fresh air, watched the beautiful of Mount Marapi and Singgallang.





d.  Benteng Fort de Kock
   Captain Bauer built this fort in 1825. In the Dutch colonial period, this fort was used by the clonizer to survive from people's resistance.



e.   Taman Budaya Kinantan (Zoo)
    This tourist attraction is the oldest zoo in Indonesia. In the middle of the tourist sites have shaped the Cultural Museum of Minangkabau traditional house, the Museum of Zoology, and children's playground




f.   Aia Limpapeh Bridge 
  As a liaison between the Parks Wildlife and Cultural Kinantan with Citadel


g.  Tri Daya Eka Dharma Museum


h.  Rumah Kelahiran Bung Hatta



i.    Istana Bung Hatta



j.    Pustaka Bung Hatta



2.Hunting food ( Culinary Tourism)
   In Bukittinggi, you can find some typical food such as Karupuak Sanjai (chips that made from cassava), Karak Kaliang, Karupuak Jangek (chips that made from cowhide/ bufallo leather, Nasi Kapau (a stall which provide many delicious foods on the pot. Or you can taste the food from the street vendor. I'm sure you will like the foods


3.Shopping 
   If you are a shopaholic, you can go to the traditional that sell many souvenirs from bukittinggi like  miniature of Jam Gadang, Songket, clothes, and also sanjai.
 Pasar Atas



 Pasar Bawah


       Actually, you will find many things in Bukiittinggi. No reason for you not to visit Bukittinggi